Oct
17
Filed Under (Film) by yogya1 on 17-10-2008 and tagged , , , ,

Whats your favorite movie?
( polls)

sumber gambar :
internet


Ternyata Medan memang memuat banyak kenangan yang sulit dilupakan. Begitu melewati jalan GatSu, maka semua kenangan mulai bermunculan.

Ketika akhirnya sampai ke kantor Waskita Cabang Medan, maka wajah pak Omri yang lama hilang dari peredaran, muncul kembali. Lumayan dapet teh anget dari pak Omri. Sedap banget rasanya.

Ngobrol dengan pak Bangun, pak Sanusi, Endank, Topik, wah …. semua membuat film nostalgia terpampang jelas di depan mataku.

Akhirnya jam “njagong” temanten sampai juga, dan akupun meluncur ke tempat Aga melangsungkan salah satu hari sucinya. Haji muda ini melaksanakan resepsi pernikahannya di Balai Raya Aceh Sepakat, hari ini Minggu tanggal 12 Oktober 2008.

Pasangan yang sepadan, baik pusturnya maupun kecantikannya. Semoga menjadi keluarga sakinah yang mawadah wa rokhmah. Amin.

Tentu disini ketemu lagi dengan Mr. MUST [pak Umar], pak Tom [Sutomo Kasiman], mas Soni, pak Atok, dan tentu saja tante Reni dan Om Edi Ketaren. Ada mbak Hera juga, tapi kayaknya sibuk banget ama teman-temannya, jadi gak sempat salaman.

Ngobrol ngalor ngidulnya ya sama pak Atok dan pasangan ideal kita, Bobi sama Novi. Indahnya pertemuan hari ini. Apalagi ngeliat adik-adik kecilnya Andre Ketaren. Wah lucu banget, sayangnya nggak bisa diapa-apain, maklum baru pertama kali bertemu dan dia belum kenal sama aku, jadi ya dilihat saja.

Saat sendiri, maka satu wajah yan tak pernah bisa lepas dari ingatanpun muncul. Dialah eyang Aik yang sangat baiiiiiiiik hati.

Untung aku masih punya fotonya waktu ngendong Lu2K TreZna. Sungguh eyang adalah pribadi yang sulit dicari.  

Eh, turut senang juga ngeliat Bu Tom yang sudah terlihat sangat sehat. Sungguh berat cobaan sakit yang diterima, tetapi akhirnya ada juga saat untuk menikmati kesehatan dari Allah swt. Semoga sehat terus. Amin.

Jam 22.58 pas sampai di depan kompie dan mulai nulis blog ini.

Pelajaran hari ini :

1. Tali silaturahmi yang kuat akan membuat hati berbunga-bunga dan dunia terasa sangat indah [bener gak nih]
2. Nostalgia itu biarpun pahit saat dilakukan dulu, tapi seiring waktu yang berlalu jadi terasa manis.
3. Buntut dari bernostalgia adalah “gosip” ke orang-orang yang kurang disukai [wah .... ini godaan terbesar, bisa ilang pahala kita nanti]
4. Bersyukur, ternyata banyak teman yang sangat baik dalam hidup dan kehidupanku. Segala puji hanya bagi Allah swt.
5. Memberi masukan tidak sama dengan mengolok-olok. itu yang kulakukan untuk Hotel Tiara yang tidak menyediakan fasilitas internet [hari gini mau ngeblog di hotel kok susah................]

Sep
24
Filed Under (Kehangatan Cinta, Pendidikan, Religion) by yogya1 on 24-09-2008 and tagged , , ,

Bagaimana kalau cinta kita ditolak oleh “kekasih” kita? Apa sudah punya serep “kekasih” lain atau kita terus berguling-guling dalam penyesalan? 

Bagi seorang play boy atau play girl, maka gak ngaruh tuh yang namanya ditolak atau dicuekin kekasih. Mereka punya stok kekasih yang banyak dan bahkan bisa terus nambah setiap ada kesempatan [yang sesempit apapun]. Itu memang khasnya mereka.
 
Akan menjadi berbeda ketika yang menolak cinta kita adalah Sang Maha Tinggi, Allah SWT. Waduh…waduh… gak punya kita serep Tuhan dalam hidup kita. 
 
Kecuali mereka yang bertuhan banyak, maka kehilangan satu tuhan, gak masalah. Masih ada tuhan yang lain. Masih ada pohon lain atau kuburan lain yang bisa disembah. Masih ada duit yang bisa dicari lagi dan dijadikan tuhan tertinggi [baginya].
 
Begitulah perbedaan mereka yang bertuhan banyak, dengan kita yang hanya punya Satu Tuhan, Allah swt.
 
“Katakanlah Tuhan itu SATU”, begitu firman Tuhan [QS Al Ikhlas ayat 1], dan Umar Bin Khatabpun, sang preman itu, takluk hatinya mendengar bacaan QS Thaha ayat 1-5.
 
Allah memang sungguh kasih pada hambaNya, dan memang mencari cinta Allah [sebenarnya] sangat mudah. Hanya kadang-kadang, manusia lebih suka memilih untuk tidak dicintai Allah swt. Mereka membuat pilihan yang keliru, dan sayangnya membuatnya dengan sadar.
 
Jadi kalau mereka bilang Allah dekat dengan mereka, maka kita boleh saja percaya. Memang Allah sangat dekat dengan para kafir itu, tapi dia dekat dengan mereka dalam MURKANYA [kayak ucapan bang Jack di sinetron PPT], bukan dalam KasihNya.
 
Kita sendiri, maunya didekati Allah dalam kasihNya dan bukan dalam murkaNya. Naudzubillah-mindzalik.
 
Menjadi kekasih Allah syaratnya memang banyak, tapi salah satu syarat yang gampang dan sudah cukup untuk menjadi kekasih Allah ada satu, yaitu jadilah orang yang beriman. Titik.
 
He..he..he… gampang kan?
 
Jangan mencoba menjadi orang Islam yang munafik, akan sia-sia amal yang dibuatnya, karena amalnya hanya untuk “show of force” keislamannya saja. Hanya lipstick, dan bukan dari hatinya.
 
Mau tahu ciri orang munafik ?
 
 
Inik dia :
  1. Bila berbicara selalu bohong. Orang seperti ini tidak bisa dipercayai dalam setiap perkataan yang diucapkannya. Bisa jadi apa yang dibicarakan tidak sesuai dengan hatinya.
  2. Bila berjanji, tidak ditepati. Orang munafik sulit untuk dipercayai perkataan dan perbuatannya
  3. Bila diberi kepercayaan selalu berkhianat. Orang munafik sulit diberikan kepercayaan. Setiap kali kepercayaan yang diberikan tidak dapat dia jaga dengan baik.
 
Mau jadi munafik atau Mukmin?
 
Tinggal pilih aja. Bebas kok. Yang penting tahu konsekuensinya saja.
 
Nah, kalau milih mau jadi orang Mukmin, jangan langsung seneng, karena sudah dijamin jadi kekasih Allah, tapi harus lulus ujian dulu.
 
Nggak ada orang Mukmin kok “ujug-ujug” [tiba-tiba] jadi. Perlu dicoba dulu, apakah dia Mukmin beneran atau hanya pingin menjadi orang Mukmin doank [tapi nggak mau konsekuensinya]
 
QS Al Baqarah ayat 153-156 :
 
153. Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar
dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah
beserta orang-orang yang sabar.
 
154. Dan janganlah kamu mengatakan terhadap
orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka
itu ) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup,
tetapi kamu tidak menyadarinya.
 
155. Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu,
dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta,
jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira
kepada orang-orang yang sabar.
 
156. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah,
mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi
raaji’uun”
 
Nah, selamat menjadi sabar, selamat rajin sholat dan selamat dicintai Allah.
Amin.
 
Salam
 
CMIIW

 

Sep
21
Banyaknya masukan tentang perlunya aku nulis tips mudik dengan sepeda motor membuat aku jadi kepikiran juga. Padahal di internet banyak tuh tips mudik pakai sepeda motor, dan kayaknya mereka [para pemudik] sudah menguasai ilmu mudik dengan sepeda motor [meskipun angka kecelakaan lalin untuk mereka masih tergolong cukup tinggi]

Saat ganti oli sepeda motor di AHM, aku dapet tips mudik dengan sepeda motor. Lha kebeneren benar nih, tak tulis aja disini [disesuaikan dengan gaya bahasaku]

Selamat menikmati.

  1. Pastikan kondisi badan sehat. Lakukan pemanasan fisik dan persiapan mental/emosi.
  2. Gunakan perlengkapan standard [helm full/half face, sarung tangan, jaket berwarna terang]
  3. Bawa ID Card [KTP, SIM, STNK] yang berlaku
  4. Siapkan perlengkapan standard [kunci pas/busi, tang, obeng min-plus, lap dan peta mudik]
  5. Masukkan dulu ke bengkel resmi, untuk pemeriksaan lengkap [bensin, fuel meter, aki, kelistrikan, oli, ban, trantai, rem, kebocoran oli, lampu, kaca spion dan klakson]
  6. Istirahat setiap 1-1,5 jam perjalanan. Cari tempat yang bersih untuk ISHOMA [pom bensin besar, warung fast food, dll] hindari warung yang terlalu laris [nyucinya sering kelupaan], jadi bagi-bagi rejeki ke warung yang kurang laris [tapi bersih dan murah]
  7. Idealnya cukup dua orang untuk satu sepeda motor, bila terpaksa mengajak anak kecil, tempatkan di tengah [jangan di depan]
  8. Berhenti jika ingin menerima talipon [HaPe]
  9. Tidak salah membawa jas hujan
  10. Saat jalan beriringan, jaga jarak aman dan hindari ngobrol dengan pengendara lain. Kalau nggak kepaksa, jangan nyalip deh [apalagi dari sisi kiri]
  11. Di jalan bergelombang, pakai posisi off roader [pantat diangkat sedikit, sehingga kaki ikut menjadi peredam kejut]
  12. Pastikan HaPe dalam kondisi full charge. Bila membawa beberapa HaPe, cukup salah satu atau salah dua yang dihidupkan. Bila dianggap perlu beli kartu perdana beberapa biji [dari beberapa operator], sehingga selalu dapat sinyal dimanapun berada. Jangan lupa bawa chargernya.
  13. Ini yang sulit; bawa barang secukupnya, sesuaikan dengan kemampuan motor atau risiko motor tak terkendali akan menimpa anda.
  14. Sabar dan jauhkan emosi sesaat, patuhi rambu-rambu lalin. Biarkan orang lain tidak patuh, tapi anda HARUS PATUH ! [ngerti nggak??!?? He..he..he.. kok malah aku yang emosi...!:-)]
  15. Pastikan pamit dengan pak RT dan Satpam, sehingga mereka tahu kalau kita sudah tidak di rumah lagi. Tinggalkan nomor hape yang bisa dihubungi. Syukur-syukur bisa ninggalin sangu buat satpam.
  16. Sebelum berangkat, pastikan lagi semua kabel listrik sudah tercabut dari colokannya [lemari es, tivi, setrikaan, radio, dll]. Regulator tabung gas sudah dilepas dari tabungnya. Semua pintu sudah terkunci. Taruh sandal beberapa biji di depan pintu [mengesankan ada orang di dalam]. Bila memungkinkan pasang lampu sensor [malam nyala dan siang mati].
  17. Bila berlangganan koran, pastikan sudah bilang sama agen agar tidak mengirim koran sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.
  18. Berdoalah sebelum melakukan perjalanan.
  19. Bersyukur di setiap saat.

Semoga selamat sampai di tujuan.
Amin.

Sep
21
Filed Under (Religion, mawas diri) by yogya1 on 21-09-2008 and tagged , , , , , ,

 


Kampung Lalang tahun 2000an, merupakan salah satu tempat yang sangat padat lalu lintasnya. Malam itu, aku bertiga dengan LuLiTa [LuLuk n Lita] antri beli makanan di pinggir jalan besar itu.

Seperti biasa, saat aku antri, maka LuLiTa main berdua, berkejaran di pinggir jalan yang sangat ramai itu. Penjual warung sampai nggak konsentrasi dalam melayani pembeli, sebentar-sebentar dia mengawasi tingkah polah LuLuk dan Lita.

Akhirnya, karena tidak tahan, maka diapun berkata,”Bang, anaknya dijagain ya, nanti ketabrak mobil!”

Aku mau njawab begini, ”Nggak apa-apa kok, mereka sudah terbiasa main di pinggir jalan. Pasti mereka tidak akan bermain di tengah jalan”

Cuma setelah tak pikir-pikir, itu jawaban yang kurang bijaksana. Masak orang lain sangat memperhatikan anak-anakku, kok malah aku cuek saja.

”Makasih Bang”, jawabku sambil tersenyum [2-2-7] dan akupun mendekati kedua anakku untuk ngawanin mereka bermain.

Suatu kejadian yang sangat mengerikan, di mata anak-anakku, terjadi beberapa bulan lalu. Seekor kodok mati ”gepeng” terlindas mobil yang lewat di depan rumah. Sejak saat itu, sangat gampang mengajarkan mereka agar jangan sampai menginjak ”pasar hitam” [jalan aspal-bahasa medan].

Mungkin kalau kita melihat fenomena artis yang tadinya gila ”dugem” kemudian rapat-rapat menutup auratnya, atau seseorang yang tadinya anti agama mendadak menjadi ahli agama, barangkali mereka sudah melihat ”kodok gepeng” dalam perjalanan hidupnya.

Namun untuk urusan orang kafir, maka firman Allah sangat tegas.

”Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan, atau tidak, mereka tidak akan beriman.
Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup, dan bagi mereka siksa yang amat berat”

[Al Baqarah QS 2;6-7]

Nah, tinggal milih aja, mau jadi orang kafir atau siap-siap untuk tobat, atau bagi yang sudah tobat, bagaimana memaknai hidup ini agar lebih bermakna lagi.

Insya Allah, kita termasuk hambaNya yang pandai bersyukur. Amin.

”Tiap-tiap anak Adam itu berbuat banyak kesalahan, tetapi sebaik-baiknya orang yang berbuat banyak kesalahan itu, ialah orang-orang yang banyak bertaubat”

[Bulughul Maraam, Hadits No. 1505 Riwayat Turmudzi dan Ibnu Majah dan sanadnya kuat]


Pagi ini kuliah subuh enak banget. Padahal aku sudah sempat berburuk sangka pada khotibnya. Tahun lalu khotib ini keasyikan cerita tentang masa kecilnya, sehingga lupa waktu. Astaghfirullah aladzim.

Tahun lalu kutinggalkan ceramahnya karena aku suka ke kantor pagi-pagi dan aku belum mempersiapkan keperluan ke kantorku.

Tahun ini dia cerita tentang keutamaan sholat jamaah. Ini masalah yang klise memang, tapi karena disampaikan dengan singkat dan padat (hanya membaca hadits), maka kayak nonton film barat deh. Jadi kita disuruh berpikir sendiri untuk mencerna hadits itu dan mengoreksi diri sendiri, apakah kita sudah sesuai atau masih perlu “update” lagi.

Ceramah subuh yang hari kemarin juga bagus. Temanya tentang keseimbangan dunia dan akhirat. Meski diusahakan seimbang, namun jangan sampai mendahulukan kebutuhan dunia dibanding kebutuhan akhirat.

Masih lebih baik, sedikit mendahulukan kebutuhan akhirat daripada kebutuhan dunia. Saking asyiknya ceramah, tahu-tahu sudah hampir jam setengah enam.

Yah, terpaksa kutinggal pulang. Kalau ceramah tarawikh kepanjangan sih oke saja, tapi kalau kuliah subuh kepanjangan, jalan tolnya udah macet tuh. He..he..he…. pertanda masih mementingkan kehidupan dunia ya…

Untuk yang ini aku harus tersenyum [agak] kecut nih. Sebegitu pentingkah acara ke kantor, sehingga aku meninggalkan ceramah subuh itu?

Bila mementingkan kehidupan akhirat, mungkin harus didengarkan tuh ceramah subuhnya. Siapa tahu, meski selesainya agak siangan, tapi Tuhan memerintahkan agar jalan tol Cikampek Jakarta tidak usah macet dulu hari itu.

BTW sunatullahnya, kalau berangkat pagi itu relatif lebih sepi dibanding berangkat agak siangan.

So….. milih sunatullah atau ndengerin ustadz ceramah dan kesiangan (dengan harapan Tuhan memerintahkan jalan tolnya tidak macet)….????

Salam

Sep
04

Pernahkah merasakan suasana yang jauh dari khusyuk ketika sedang sholat jamaah di masjid?

Banyak yang menjawab pernah, tapi ada juga yang menjawab tidak pernah merasa terganggu oleh suara bising anak-anak yang berlarian di masjid ketika yang lainnya sedang sholat jamaah.

Mereka yang tidak terkena bisingnya suara anak-anak yang berlarian di masjid, dibagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut :
1. Tidak ada anak-anak yang berlarian di masjid saat sholat jamaah
2. Demikian tingginya imannya sehingga suara anak-anak yang berlarian di masjid sudah tidak terdengar oleh telinganya.

Di Masjid Baiturrahman, Banda Aceh, rasanya aku belum pernah melihat anak-anak yang bergurau di masjid. Demikian juga kondisinya di salah satu masjid yang ada di Pondok Candra [sidoarjo] Surabaya.

Di Yogya [tahun 90an], bila bulan puasa, anak-anak biasanya dikumpulkan di satu tempat tertentu. Diajak bersenang-senang oleh kakak-kakaknya, didongengin, diajak sholat tarawikh dan pulangnya membawa “jaburan’, bisa berupa roti dan minuman, roti saja atau minuman saja.

Di Masjid baiturrahman, memang ada satpam khusus yang tidak ikut sholat jamaah dan menjaga agar pada saat sholat tidak ada yang mengganggu kekhusyukan mereka. Kalau gak salah mengacu pada Al Quran surah 4 [anNisa] ayat 120 [CMIWW ya..!:-].

Di Surabaya, memang ada pengurus masjid yang ditakuti anak-anak, sehingga begitu anak-anak sudah masuk masjid, ciutlah hati mereka. Bahkan pernah ada larangan,”BALITA dilarang masuk masjid” [ini mungkin terinspirasi peristiwa nangisnya seorang bocah gara-gara dilihatin oleh anakku yang sesama balita]

Di Yogya, anak-anak memang menjadi tanggung jawab para remaja untuk menuntun mereka menjadi muslimin/muslimah yang baik.

Di Jakarta?

Gak tahu banyak, cuma kalau di tempatku bising anak-anak sering mewarnai hari-hari pertama ramadhan. Nggak tahu nanti di minggu-minggu selanjutnya apa masih seperti itu.

Salam

Aug
25
Filed Under (OHSAS 18001, ISO 9001, ISO 14001) by yogya1 on 25-08-2008

Samarinda tidak seperti yang kubayangkan. Dulu kayaknya panas dan gersang, sekarang masih panas dan gersang memang, tapi kok ternyata hujan masih turun tiap hari ya di Samarinda.

Rupanya memang begitulah karakteristik Samarinda.

Abis presentasi tadi aku jalan-jalan.Sebenarnya sih males jalan-jalan, maunya terus ngamar dan berfantasi ria di dunia maya, berkomunikasi dengan anak-anak pakai YM, nulis blog dan lain-lain, tapi biar nggak dikira makhluk anti sosial, maka kuikuti juga acara jalan-jalan itu.

(eh…, ketika ada waktu luang tadi, sempet ngajarin temen yang bikin buat blog. Buka laptop, connect pakai IM2, ndaftar di blogspot dan 5 menit kemudian dia sudah punya blog. Kalau ngak salah alamatnya di waskitatembak.blogspot.com. He..he…he… semangat berbagi memang harus terus ditingkatkan)

Di pasar nemu bros cantik buat anak-anak dan istri (juga donk!:). Ada juga sarung wangi, wah ini LiLo mungkin seneng. Akhirnya kubungkus bros dan sarung itu, semoga yang di rumah senang menerimanya. AMin.

Abis keliling pasar, makan malam di restoran bareng dengan kawan-kawan Waskita. Kulihat ada 3 meja yang sudah penuh orang, sementara 1 meja masih kosong melompong. Ternyata masih ada beberapa kawan proyek yang belum datang. Begitu mereka datang, ternyata masih perlu 2 meja lagi.

Alhamdulillah, tadinya kupikir akan ada masalah munadzir malam ini, ternyata malah kurang pesanannya.

Sampai di kamar langsung menggeletak, capek banget rasanya. Obat juga belum habis kuminum, mau diminum lagi kok malah pusing, jadi ya udah besok kit alihat saja, semoga sudah nggak pusing lagi.

Alhamdulillah, hari ini berlalu dengan baik. Insya Allh, besok dengan semangat pagi dan senyum ikhlas, akan lebih baik lagi. AMin.

Aug
21
Filed Under (Weblogs) by yogya1 on 21-08-2008



Hari Kamis, aku nemenin pegawai baru yang keliling kota Jakarta,melihat-lihat proyek Waskita yang menjadi land mark Jakarta. Disepanjang perjalanan aku banyak tidurnya (minimal tidur ayam), badan rasanya meriang.

Begitu mampir di proyek Casablanca, aku langsung masuk ke klinikproyek. Maunya sih periksa kondisi tubuh yang agak gak enak ini, tetapi aku dianggap atau dikira sedang nggodain paramedisnya, jadi aku nggak dikasih obat apa-apa, hanya dikasih sangobion saja.

Ketika mampir lagi di Proyek GOR Boker, aku kembali langsung keklinik, dan seperti kasus di klinik Casablanca, maka kembali aku tidak dilayani dengan serius. Mereka pada ketawa-ketawa melihat aku diperiksa oleh paramedis. Baru setelah aku minta dicek suhu badanku, merekayakin bahwa aku memang sedang sakit.

Malam sebelumnya aku memang terlalu bersemangat main FUTSAL, sehingga biarpun keringat sudah membasahi sekujur tubuh, masih saja kuteruskan mainnya. Akibatnya, sampai di rumah langsung menggigil. Mandinya kayak bebek (tapi pakai anduk nih..!:-). Byar byur dan langsung pakai bajuhangat.

Jumat pagi ini badan rasanya masih belum fit betul, sehingg aku terpaksa harus membatalkan acara outbond. Meskipun berat hati, itu harus kulakukan. Aku juga harus nyiapkan perjalanan ke samarinda hari Minggu. Jadi hari ini lebih baik aku ke dokter lagi ya?

Soalnya aku nggak terlalu yakin dengan pemeriksaan paramedis kemarin sih.

Semoga hari ini lebih baik dari kemarin.Amin.
Salam
Aug
02
Filed Under (Family & Community) by yogya1 on 02-08-2008

Minggu, Agustus 03, 2008


50 minus OnE

Nasehat dokter ketika aku menjalani medical check up isinya kira-kira mirip atau sama dengan nasehat dokter pada umumnya.

"Jalan kaki minimal 3 km per minggu minimal 3 kali, atau minimal 30 menit jalan kaki per minggu 3 kali"

Tentu saja aku manggut-manggut saja. Mau bilang apa, karena itu adalah nasihat lazim dan mestinya bisa dijalankan oleh semua manusia di dunia ini.

Padahal, dalam hati aku sebenarnya berkeberatan. Acara jalan kaki yang bisa kulaksanakan hanya hari Sabtu dan Minggu saja, itupun kalau tidak ada kegiatan dadakan yang membuat aku nggak bisa mengisi acara jalan kaki di hari Sabtu dan Minggu.

Belum lagi yang namanya penyakit malas. Wuihhh… susah sekali menyembuhkan penyakit males jalan kaki ini.

Alhamdulillah, di halaman belakang ada tempat yang cocok untuk bermain bola dengan keluarga. Jadi utang jalan kaki bisa sedikit di"cicil" di acara main bola itu.
Untuk laki-laki berusia 49 (50-1), maka setahun lagi akan mulai banyak penyakit yang rajin datang. Untuk itu, mulai sekarang harus sudah dipasang pertahanan yang kuat untuk menolak penyakit itu.
Strategi penyusunan benteng perlu dipikirkan mulai sekarang, dan program yang perlu dilaksanakan adalah a.l :
  1. Jalan kaki seminggu minimal 3 kali, dengan jarak minimal 3 km, atau jalan kaki seminggu minimal 3 kali dengan waktu tempuh minimal 30 menit (sama dengan nasihat di atas)
  2. Kurangi maknan berlemak (daging dkk)
  3. Perbanyak makan sayur, buah dkk
  4. Yang paling penting, selalu ikhlas dan tersenyum dalam kondisi apapun.

Insya Allah, aku sanggup melaksanakannya.

Amin.


Siaaaaaaap ! Tendaaaaang……!